Riset TalentGo · Penyaringan AI

Apakah AI membaca CV seperti rekruter ahli? Kami telah memeriksa 19.014 keputusan nyata

Kami membandingkan setiap skor CV yang dihasilkan AI dengan keputusan rekruter profesional. Dalam empat dari lima perbandingan, AI mengurutkan kandidat sama seperti rekruter.

TalentGo · Oktober 2026 · Data: 135 lowongan di Indonesia, September 2025 – Oktober 2026
81%AI menempatkan kandidat pilihan rekruter di posisi yang lebih tinggi dari pada kandidat yang ditolak
3.3×lebih besar kemungkinannya untuk masuk daftar kandidat terpilih saat CV ditinjau oleh rekruter
0.8%CV dengan skor di bawah 50 di-shortlist oleh rekruter
85%tawaran kerja diberikan ke kandidat dengan AI skor 70+

Mengapa kami menjalankan studi ini

Untuk setiap lowongan, TalentGo menerima ratusan lamaran. AI kami membaca semua deskripsi pekerjaan pada setiap CV dan memberi skor kesesuaian 0 sampai 100, sehingga rekruter bisa mulai dari orang yang paling relevan. Skor tersebut mencerminkan kesimpulan yang diambil oleh rekruter berpengalaman.

Semakin tinggi skor AI, semakin sering rekruter memberi jawaban ya

Kami mengelompokkan setiap CV menurut skor AI-nya, lalu mengukur seberapa sering rekruter memindahkannya ke shortlist, asesmen, atau wawancara. Jika AI hanya menebak, hasilnya hanya akan berada di rata-rata. Kenyataannya, peluang di-shortlist naik seiring skor, dari hampir nol hingga sekitar 40%.

Porsi CV yang di-shortlist rekruter, menurut skor AI
0%10%20%30%40%Rata-rata CV yang ditinjau: 12.2%4%7%13%34%39%0–2930–3940–4950–5960–6970–7980–8990+

Skor kesesuaian AI

19.014 CV ditinjau rekruter di 135 lowongan. CV dihitung shortlisted jika rekruter memindahkannya ke shortlist, asesmen, wawancara, atau offering.

Bagaimana mengukur kesesuaian antara AI dan rekruter?

Caranya sederhana. Untuk peran yang sama, ambil satu kandidat yang di-shortlist rekruter dan satu yang ditolak, lalu lihat mana yang skor AI-nya lebih tinggi. Ulangi untuk setiap pasangan. Probabilitas lemparan koin hanya benar 50%.

AI TalentGo memilih pilihan rekruter 81%.

Ahli statistik menyatakan bahwa AUC (area under the curve) sebesar 0,81 adalah sangat baik. Sebagai pedoman, 0,7–0,8 dapat diterima dan 0,8–0,9 diskriminasi yang sangat baik.

Mengapa batas teratas bukan 100%? Rekruter hanya men-shortlist sekitar 1 dari 8 CV yang mereka baca karena klien hanya ingin bertemu dengan segelintir orang yang memenuhi syarat saja. Jadi banyak CV skor 85+ adalah kandidat bagus yang tidak dibutuhkan untuk lowongan itu. Tingkat shortlist 40% di bagian puncak, dibanding 12% rata-rata dan kurang dari 1% di bagian bawah, adalah bentuk skor yang telah diurutkan dengan baik.

Konsisten di sebagian besar jenis divisi

Hal ini sangat cocok diterapkan pada divisi HR, manajemen, dan kreatif, serta cukup baik untuk divisi operasi, keuangan, marketing, teknik, dan penjualan. Tetapi paling lemah pada divisi administratif, di mana CV cenderung mirip dan rekruter lebih mengandalkan wawancara.

Jenis divisiCV ditinjauKesesuaian (AUC)
HR1.6270,94
Manajemen7120,88
Desain & kreatif1.7740,86
Operasi & rantai pasok3.8850,83
Keuangan & akuntansi2.6280,82
Marketing1.4150,80
Teknik & IT2.3440,78
Penjualan & pengembangan bisnis2.9600,78
Administrasi & dukungan1.1160,67

Keuntungan bagi tim rekrutmen

  • Mulai dari orang yang tepat. Rekruter yang mulai dari CV skor 85+ menemukan kandidat layak shortlist di sekitar 2 dari 5 CV yang dibuka, dibanding 1 dari 8 jika dibaca sesuai urutan.
  • Menghemat waktu. CV skor di bawah 50 mencakup 21% dari semua yang dibaca rekruter, tetapi hanya menghasilkan 1,4% kandidat yang di-shortlist.
  • Rekrutmen diambil dari daftar teratas. 85% tawaran kerja diberikan ke kandidat dengan skor AI 70 atau lebih.
  • Keputusan ditangan rekruter. Skor menentukan urutan CV yang dibaca, namun rekruter lah yang membuat setiap keputusan shortlist dan hiring.

Cara kami mengujinya

  • Data: 19.014 CV yang ditinjau langsung oleh rekruter TalentGo atau klien, yang berasal dari 135 lowongan dengan 11 jenis peran, mulai dari September 2025 sampai Oktober 2026.
  • Hanya keputusan manusia: sebanyak 11.085 keputusan yang diterapkan platform secara otomatis berdasarkan skor tersebut telah dikecualikan, sehingga AI tidak dibandingkan dengan dirinya sendiri.
  • Hasil: "shortlisted" berarti rekruter memindahkan kandidat ke shortlist, asesmen, wawancara, atau offering. "Rejected" berarti mereka menandai kandidat tidak sesuai.
  • Keterbatasan: rekruter bisa melihat skor AI saat meninjau, yang mungkin mempengaruhi sebagian keputusan. Studi ini mengukur kesesuaian dengan penilaian rekruter, bukan kinerja di pekerjaan. Peran tingkat senior terlalu sedikit keputusannya (278) untuk mendapatkan hasil yang dapat diandalkan sehingga tidak dilaporkan terpisah.

Rekrut dari daftar teratas, bukan dari tumpukan teratas

TalentGo menyaring setiap pelamar dengan AI, menjalankan wawancara video terstruktur dan asesmen, lalu menyerahkan shortlist yang telah diurutkan ke tim Anda. Silahkan diskusikan dengan kami tentang lowongan berikutnya.

    TalentGo AI | Platform Rekrutmen AI Indonesia